Thursday, 24 July 2014

Penyakit Diare

Penyakit DiareDiare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris = diarrhea) adalah sebuah penyakit di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam . Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

 

Penyebab Penyakit Diare

Sebuah mikrograf elektron dari rotavirus, penyebab hampir 40% dari diare pada anak di bawah umur 5 tahun.

 

Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), kelebihan vitamin C, dan mengonsumsi Buah-buahan tertentu. Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.

 

Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan dapat menyebabkan diare juga karena membuat usus kaget.

 

Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak / radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.

 

Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

 

Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.

 

Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.

 

Kondisi cuaca yang tidak stabil, sanitasi tempat pengungsian yang buruk serta kondisi rumah yang masih kotor terkena genangan air, juga sulitnya mendapat air bersih menyebabkan mudahnya terjadi wabah diare setelah banjir. Penyakit diare yang terlihat ringan justru bisa membahayakan jiwa, karena saat tubuh kekurangan cairan, maka semua organ akan mengalami gangguan. Diare akan semakin berbahaya jika terjadi pada anak-anak.

 

Gejala Penyakit Diare

Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung,dan perut sering berbunyi.

Penyakit Diare

Cara Mencegah Penyakit Diare

Cara termudah dan terpenting untuk menghindari diare adalah mencuci bersih tangan anda secara teratur. Hal ini terutama sangat penting dilakukan sebelum makan, tetapi akan lebih baik bila hal ini lebih sering dilakukan. Karena sabun dan air tidak selalu tersedia anda dapat menggunakan hand gel sanitizer yang efektif dan nyaman untuk digunakan. Anda dapat membeli hand gel sanitizer di apotek atau berbagai toko yang menjual produk perawatan kulit dan kesehatan. Anda disarankan untuk selalu membawa hand gel sanitizer tersebut ketika berpergian. Informasi tambahan mengenai hand gel sanitizer dapat pula anda dapatkan melalui dokter dan perawat anda.

 

Beberapa makanan tertentu sangat aman untuk dimakan. Makanan atau minuman yang dihidangkan panas-panas lebih aman daripada makanan yang dihidangkan setelah dingin. Roti dan permen merupakan makanan yang aman untuk dimakan kecuali jika terdapat bahan isi di dalam roti atau permen tersebut. Makanan yang kemungkinan dapat menimbulkan diare adalah sayuran yang tidak dimasakan, salad, hidangan laut yang tidak dimasak atau setengah matang, serta daging dan ikan. Apabila anda mencuci buah yang akan dimakan terlebih dahulu dengan tangan yang bersih dan menggunakan pisau yang bersih pula untuk mengupas kulit buahnya, biasanya anda akan terhindar dari diare. Hindari buah-buahan yang tidak berkulit, misalnya beri-berian. Produk susu semisal susu sapi dan keju biasanya tidak aman kecuali bila produk tersebut diolah terlebih dahulu (misalnya melalui proses pasteurizing). Anda dapat memanaskan susu hingga mendidih dan membiarkannya dingin terlebih dahulu sebelum diminum demi kesehatan anda. Susu UHT aman pula untuk diminum.

 

Air dapat pula membuat anda terjangkiti diare. Seperti juga susu, jika air direbus dahulu selama satu menit, maka air tersebut akan lebih aman untuk diminum. Air mineral dalam botol biasanya lebih aman untuk dikonsumsi. Air bersoda dalam botol (carbonated beverages) aman pula untuk diminum. Proses karbonasi akan membunuh kuman penyakit dalam jangka waktu empat jam, karena itu proses karbonasi atau penyaringan di ujung selang air tidak menjamin keamanan ait untuk diminum, begitu pula bila anda mencampurkan ait yang telah terkarbonasi dengan yang tidak. Berhati-hati pula dengan kubus es, es yang baik harus terbuat dari air yang telah bebas dari kuman penyakit. Ketika anda menyikat gigi, disarankan pula untuk menggunakan air matang yang telah bebas dari bibit penyakit.

 

Cara Mengatasi Penyakit Diare

Terdapat dua tipe pengobatan untuk para wisatawan yang terkena penyakit diare. Pertama, adalah tipe pengobatan yang hanya memperlambat proses diare tetapi tidak mengobati infeksi yang menyebabkan diare tersebut. Pengobatan ini akan membantu meringankan gejala diare. Pengobatan yang paling umum adalah menggunakan Loperamide (Imodium) dan Bismuth-Subsalicylate (Pepto-Bismol), kedua obat tersebut dijual secara bebas di berbagai apotek tanpa membutuhkan resep dokter. Kedua pengobatan tersebut, sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak. Antibiotik adalah obat yang akan dapat menyembuhkan infeksi anda. Antibiotik akan memperpendek lamanya penyakit diderita. Apabila diare yang anda derita merupakan diare yang ringan (dua hingga tiga kali buang air besar), maka diare yang anda derita tidak disebabkan oleh infeksi. Anda dapat mengobati diare ringan tersebut dengan Loperamide atau Bismuth subsalicylate untuk meringankan gejala diare yang anda derita. Selalu membaca petunjuk penggunaan yang disertakan terlebih dahulu.

Related Posts to "Penyakit Diare"

Response on "Penyakit Diare"