Friday, 19 September 2014

Penyakit Sifilis

Penyakit SifilisPenyakit Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum. Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital Penyakit Sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus).

 

Penyakit Sifilis yang tak terawat dapat berakibat fatal. Orang yang memiliki kemungkinan terkena Penyakit Sifilis atau menemukan pasangan seks-nya mungkin terkena Penyakit Sifilis dianjurkan untuk segera diobati atau menemui dokter secepat mungkin.

 

Masa tanpa gejala berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini.

 

Setelah 5-10 tahun penyakit Sifilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil Penyakit Sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

 

Penyakit Sifilis atau yang disebut dengan ‘raja singa’ disebabkan oleh sejenis bakteri yang bernama treponema pallidum. Bakteri yang berasal dari famili spirochaetaceae ini, memiliki ukuran yang sangat kecil dan dapat hidup hampir di seluruh bagian tubuh. Spirochaeta penyebab Penyakit Sifilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang yang lain melalui hubungan genito-genital (kelamin-kelamin) maupun oro-genital (seks oral). Infeksi ini juga dapat ditularkan oleh seorang ibu kepada bayinya selama masa kehamilan. Gambaran tentang penyakit Penyakit Sifilis seperti yang dikemukakan tersebut mungkin masih membuat Anda penasaran, karena wanita yang tidak tahu kalau suaminya sering ‘jajan‘ mungkin tidak menyadari kalau dirinya sudah mengidap penyakit Penyakit Sifilis.

 

Tahap-tahap Perkembangan Penyakit Penyakit Sifilis

1. Stadium Satu

Stadium ini ditandai oleh munculnya luka yang kemerahan dan basah di daerah vagina, poros usus atau mulut. Luka ini disebut dengan chancre, dan muncul di tempat spirochaeta masuk ke tubuh seseorang untuk pertama kalinya. Setelah beberapa minggu, chancre tersebut akan menghilang. Stadium ini merupakan stadium yang sangat menular.

 

2. Stadium Dua

Kalau Penyakit Sifilis stadium satu tidak diobati, biasanya para penderita akan mengalami ruam, khususnya di telapak kaki dan tangan. Gejala-gejala yang mirip dengan flu, seperti demam dan pegal-pegal, mungkin juga dialami pada stadium ini. Stadium ini biasanya berlangsung selama satu sampai dua minggu.

 

3. Stadium Tiga

Kalau Penyakit Sifilis stadium dua masih juga belum diobati, para penderitanya akan mengalami apa yang disebut dengan Penyakit Sifilis laten. Hal ini berarti bahwa semua gejala penyakit akan menghilang, namun penyakit tersebut sesungguhnya masih bersarang dalam tubuh, dan bakteri penyebabnya pun masih bergerak di seluruh tubuh. Penyakit Sifilis laten ini dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.

 

4. Stadium Empat

Penyakit ini akhirnya dikenal sebagai Penyakit Sifilis tersier. Pada stadium ini, spirochaeta telah menyebar ke seluruh tubuh dan dapat merusak otak, jantung, batang otak dan tulang.

 

Sedangkan pada lelaki yang telah tertular oleh Penyakit Sifilis memiliki gejala-gejala yang mirip dengan apa yang dialami oleh seorang penderita wanita. Dan pada tahap kedua, akan muncul luka-luka di daerah penis, mulut, tenggorokan dan dubur.

 

Penyakit Sifilis

Orang yang telah tertular oleh spirochaeta penyebab Penyakit Sifilis dapat menemukan adanya chancre setelah tiga hari – tiga bulan bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh. Kalau Penyakit Sifilis stadium satu ini tidak diobati, tahap kedua penyakit ini dapat muncul kapan saja, mulai dari tiga sampai enam minggu setelah timbulnya chancre.

 

Penyakit Sifilis dapat mempertinggi risiko terinfeksi HIV. Penyakit Sifilis yang diderita juga akan sangat membahayakan kesehatan seseorang bila tidak diobati. Baik pada penderita lelaki maupun wanita, spirochaeta dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan rusaknya organ-organ vital yang sebagian besar tidak dapat dipulihkan. Penyakit Sifilis pada ibu hamil yang tidak diobati, juga dapat menyebabkan terjadinya cacat lahir primer pada bayi yang ia kandung.

Kata Kunci :

artikel penyakit sifilis, artikel tentang penyakit sefilis

Related Posts to "Penyakit Sifilis"

Response on "Penyakit Sifilis"