Wednesday, 17 September 2014

Penyakit Stroke

Penyakit StrokeStroke merupakan suatu penyakit yang sering dijumpai di masyarakat modern sekarang ini. Bukan hanya penderitanya yang dihadapkan pada suatu keadaan yang sangat menyiksa, tetapi juga keluarga maupun orang terdekat. Beban yang ditimbulkan dari penderita stroke mencakup beberapa hal, mulai dari segi fisik, emosi maupun keuangan.

 

Dengan semua beban yang dipikul seorang penderita stroke, sebagai keluarga, bagaimana cara kita menghadapinya? Apakah kita harus malu atau mungkin malah depresi menghadapinya? Tentu jawabannya tidak. Penderita pasca-stroke justru memerlukan perhatian lebih dari orang-orang yang sama dan tidak ada satu pun reaksi yang sama di antara dua orang yang terkena stroke. Oleh karena itu, perawatan/rehabilitasi penderita pasca stroke haruslah per individu dan tidak bisa disamakan antara satu penderita dengan yang lainnya.

 

Rehabilitasi pasca stroke bertujuan agar penderita dapat hidup mandiri dan produktif kembali. Tingkat irehabilitasi pasca stroke sangat tergantung dari banyak aspek : mulai dari seberapa luas kerusakan di otak, waktu penanganan yang sedini mungkin (golden peroid), profesional yang menangani (dokter, fisioterapi, dll), peran serta keluarga dan teman dan yang terpenting adalah niat dan usha dari penderita itu sendiri.

 

Program rehabilitasi itu sendiri mencakup mulai dari latihan (exercise), modalitas alat, obat-obatan, terapi wicara, dan psikologi. Lingkungan sosial dan aspek psikologi sering dilupakan padahal ini merupakan aspek yang penting. Bahkan interaksi antara pasien dengan keluarga dan profesional (dokter) akan mempercepat proses pemulihan, karena interaksi tersebut akan memberikan dukungan emosional dan motivasi lebih bagi penderita stroke.

 

Penyebab Penyakit Stroke

Stroke atau penyakit serebavaskuler adalah kematian jaringan otak (Infark serebal) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa iskemik maupun pendarahan (hermoragik).

 

Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang menyumbat suatu pembuluh darah. Pada stroke hermoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah yang merembas ke dalam suatu daerah di otak dan meruskanya.

 

Pada stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur arteri yang menuju ke otak . Misalnya suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak.

 

Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri yang mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil, Arteri karotis dan Arteri vertebralis beserta percabangannya bisa tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain. Misalnya dari jantung atau satu katupnya.

 

Stroke semacam ini disebut emboli serebral. Emboli serebral paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung terutama (fibrilasi atrium). Emboli lemak jarang menyebabkan stroke. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah yang akhirnya bergabung dalam sebuah arteri.

 

Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan seperti kokain dan amfetamin juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.

 

Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak yang biasanya menyebabkan orang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.

 

Ciri-Ciri Penyakit Stroke

Penyakit stroke merupakan penyakit degeneratif atau serebrovaskular yang mempengaruhi pembuluh darah pada bagian otak. Apabila terkena penyakit stroke, seseorang akan mengalami kelumpuhan sebagai akibat awal dari kerusakan pembuluh darah di otak.

 

Penyakit stroke berkaitan erat dengan pembuluh darah otak, apabila stroke menyerang maka organ otak lah yang lebih dahulu mengalami penurunan atau gangguan yang diakibatkan dari kelumpuhan atau rusaknya pembuluh darah di otak. Penyakit stroke disertai banyak faktor penyebab yang datangnya dari beberapa penyakit komplikasi lainnya seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan kolesterol tinggi.

 

Gambar gejala dari penyakit stroke

Stroke selain termasuk dalam golongan penyakit degeneratif juga termasuk dalam penyakit serebrovaskular (pembuluh darah otak) yang ditandai oleh kematian pada jaringan otak (infark serebral) yang diakibatkan dari berkurangnya pasokan dan aliran darah serat oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan okesigen ini disebebkan adanya penyumbatan atau penyempitan atau pecahnya pembuluh darah.

 

Penyakit Stroke

Stroke terjadi seiring bertambahnya usia yang disertai latar belakang tingkat kesehatan dan riwayat penyakit yang dimiliki terdahulu sebelum terjadinya stroke. Orang yang terkena penyakit stroke mudah dikenali dan dipahami dengan ciri fisik seperti kulit wajah mulai mengendur, bentuk bibir yang mulai miring, pendengaran yang berkurang dan fisk yang mudah sekali terlihat adalah pergerakan kaki yang mulai melumpuh.

 

Berikut ini ada beberapa gejala dan ciri dari penyakit stroke berdasarkan lokasinya di tubuh, diantarnya :

 

1. Penyakit stroke mulai menyerang pada bagian sistem saraf pusat seperti otot tubuh yang semakin melemah (hemiplegia), tubuh terasa kaku, fungsi dari saraf sensorik otak mulai mengalami penurunan.

 

2. Menyerang batang otak yang banyak terdapat sistem saraf kemudian mengalami penurunan kemampuan seperti pada penglihatan (mata), menurunnya kemampuan indera penciuman (hidung), indera pengecap atau indera perasa (mulut), refleks anggota tubuh yang menurun, bentuk wajah atau raut wajah yang mengalami perubahan seperti bibir menjadi miring sebelah, pernafasan dan detak jantung yang tidak optimal, kemampuan lidah untuk mengenal rasa yang semakin menurun.

 

3. Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan.

 

Ciri atau tanda stroke diatas kebanyakan akan menghilang selama 24 jam, ciri atau tanda stroke diatas disebut dengan Transient Ischemic Attack (TIA) yang merupakan gejala atau serangan awal dari penyakit stroke.

 

Pencegahan Penyakit Stroke

Stroke merupakan penyakit degeneratif yang kerap dijumpai pada usia senja. Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu.

 

DIAGNOSIS

Diagnosis biasanya diketahui berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemerikasaan fisik. Pemeriksaan fisik membantu menentukan lokasi kerusakan otak. Untuk memperkuat diagnosis, biasanya dilakukan Pemeriksaan CT scan atau MRI.

 

Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari stroke. Untuk mengetahui apakah stroke tersebut disebabkan oleh pendarahan atau tumor otak, terkadang dilakukan aniografi.

 

Mengetahui faktor resiko stroke dan mengadopsi gaya hidup sehat merupakan langkah terbaik yang dapat anda ambil untuk mencegah stroke. Yang di maksud gaya hidup sehat adalah sebagai berikut :

 

1. Kontrol Tekanan darah tinggi (Hipertensi)

Salah satu hal yang terpenting yang dapat anda lakukan untuk mengurangi resiko stroke adalah menjaga tekanan darah. Jika anda pernah mengalami stroke tekanan darah dapat membantu mencegah serangan transient ischemic berikutnya atau stroke. Berolahraga, mengelola stress, menjaga berat badan ideal, dan membatasi asupan natrium dan alkohol. Selain rekomendasi untuk perubahan gaya hidup, dokter Anda bisa merespon obat untuk mengobati tekanan darah tinggi, seperti diuretik ACE (angiotensin-coverting enzyme) inhibitor dan angiotensin reseptor blocker.

 

2. Turunkan kolesterol dan lemak jenuh

Mengurangi konsumsi kolesterol dan lemak, terutama lemak jenuh, berarti mengurangi juga plak pada arteri Anda. Jika Anda tidak dapat mengendalikan sendiri kolesterol melalui perubahan pola makan, dokter anda akan meresepkan obat penurun kolesterol.

 

3. Jangan merokok. Berhenti merokok mengurangi resiko stroke.

 

4. Kontrol Diabetes. Anda dapat mengelola diabetes dengan diet, olahraga, pengendalian berat badan dan pengobatan. Kontrol ketat gula darah dapat mengurangi kerusakan otak.

 

5. Menjaga berat badan. Kelebihan berat badan bisa menambah faktor resiko stroke seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes.

 

6. Olahraga secara teratur.

 

7. Kelola stres, Stres dapat dapat menyebabkan peningkatan sementara dalam tekanan darah atau hipertensi yang bertahan lama. Stres juga dapat meningkatan kecendrungan darah membeku, yang dapat meningkatkan resiko stroke iskemik. Anda bisa menggunakan teknik relaksasi untuk mengurangi stres.

 

8. Jauhkan minuman beralkohol. Minum minuman yang mengandung alkohol dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, stroke iskemik dan pendarahan.

 

9. Jangan gunakan obat-obatan terlarang.

 

10. Lakukan diet pola makan sehat.

Related Posts to "Penyakit Stroke"

Response on "Penyakit Stroke"